Berdamai Dengan Masa lalu

Minggu, 31 Januri 2021

Wangsa Ayu Vidya Loka, S.Psi., M.Psi., Psikolog

Hidup ini terdiri dari kejadian demi kejadian dalam waktu yang terus melaju. Di antara banyaknya kejadian, ada beberapa yang memerlukan waktu lebih banyak untuk di proses. Sayangnya, waktu tidak bisa menunggu. Sehingga hal ini membuat kita menjadi manusia yang hidup dimasa kini dengan banyak urusan yang belum selesai di masa lalu.

Kejadian-kejadian yang mungkin kita tunda penyelesaiannya biasanya yang menyakiti perasaan kita. Contoh : dibohongi, dikecewakan, dikhianati, direndahkan, diintimidasi, ditinggalkan dsb. Kejadian demikian kerap menciptakan ruang untuk mendendam dalam diri kita. Dendam inilah yang kita bawa hingga masa kini dan sejatinya ia adalah beban masa lalu.

Ciri bahwa kita memiliki beban masa lalu :

Disaat masa sekarang datang dengan sangat banyak kesempatan, kita jadi terlalu sibuk menghindar. Lama-kelamaan kita seperti orang yang dikejar-kejar hutang. Energi jadi habis lebih banyak dari yang seharusnya. Kita mulai menjadi lebih sensitif dan melampiaskannya pada orang-orang disekitar kita. Secara garis besar, kualitas hidup jadi menurun.

Disisi lain, kita menjadi terlalu lemah untuk mereka kembali kejadian-kejadian tersebut. Dalam keadaan saat ini, emosi kita terlalu berantakan untuk menuju damai. Lantas, apakah artinya kita tidak bisa?

Jawabannya adalah bisa. Cara-cara yang bisa anda lakukan ?

Bagaimana bila masih terasa sulit untuk memaafkan?

Apabila anda merasa terlalu sulit untuk memaafkan saat ini, maka beri waktu untuk menerima bahwa anda sedang berproses menuju maaf. Jika anda memaksa diri anda untuk melupakannya sejak awal, maka anda kehilangan kesempatan untuk memaafkannya. Kadang, dengan menyadari bahwa kita tengah marah dan mendendam serta belum mampu memaafkan, rasa marah itu terurai sendirinya saat anda sedang memikirkannya. Proses memaafkan itu sudah dimulai sejak anda memikirkan opsi “memaafkan”. Saat anda bisa berkata “rasanya sulit untuk melakukannya” artinya anda sudah mengawali proses tersebut.

Wangsa Ayu Vidya Loka, S.Psi., M.Psi., Psikolog
Psikolog Pradnyagama